Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Evolusi Manusia Pasca Pandemik

  Oleh. Muhadam Labolo Manusia adalah satu dari empat anggota homo sapiens  yang paling sukses mempertahankan genetiknya di alam ini. Simpanse, Gorila dan Orang Utan adalah anggota family  yang masih tersisa dan terancam punah. Itupun tak lebih karena belas-kasih saudara sepupunya (manusia). Tanpa suaka, kemungkinan ketiga spesis itu benar-benar hanya dapat ditemukan di museum. Dinosaurus adalah buktinya. Sementara Kucing dan Anjing adalah contoh dua spesis yang paling mampu merayu manusia untuk hidup berdampingan dalam jangka panjang lewat proses domestikasi (Noah, 2019). Sejauh ini manusia adalah spesis teratas dalam susunan ekosistem. Sejumlah spesis yang gagal bersimbiosis dengannya menjadi sejarah. Boleh dikatakan seluruh kendali populasi praktis berada ditangan spesis paling bijaksana, homo sapiens . Kini kendali terhadap populasi paling rasional di planet ini mulai diragukan, kalau tidak dipertanyakan. Akankah manusia tetap bertahan ditengah ancaman micro-biologis   penu

Sentimen Corona Pada Konsensus Sosial, Ekonomi, dan Politik Manusia

Oleh. Dr. Muhadam Labolo Tak ada musuh pandemik yang paling dihindari di seantero dunia abad ini kecuali Corona (Covid 19) . Jangankan membaca karakteristik detail dirinya, mengamati perkembangan sepak terjangnya disetiap negara setidaknya telah menurunkan imunitas kita. Begitu kekebalan manusia mengalami depresi maka dengan mudah virus tersebut melelehkan hidung, menggaruk tenggorokan, hingga merontokkan salah satu jaringan vital manusia, paru-paru. Sifat micro-biologis  corona yang super aktif lewat berbagai media sebagai inang perkembangbiakan itu, kini tidak saja menguji kohesivitas sosial, demikian pula ekonomi dan politik umat manusia. Mobilitas sistem sosial dihampir semua kelompok dari yang paling micro (keluarga) hingga yang paling complex  (negara) dicerai-beraikan. Integrasi yang selama ini dipandang sebagai modal bagi terciptanya kohesi sosial dalam realitasnya rapuh. Kenyataan itu seakan mengingkari teori-teori sosiologi klasik-modern seumpama Comte, Weber, Ma