Apa yang Diingat dari Manusia?
Oleh. Muhadam Labolo Tulisan Cak Mad tentang Titining Tindak Tumanduk, Tata Ningrat menarik direnungkan. Ia menjembatani pikiran Albert Bandura dalam perpektif filosofi Jawa (2026). Saya coba memetik intinya. Memparafrase dan mengelaborasi bagian yang menurut saya punya kedalaman. Misalnya keningratan, budi pekerti, keburukan, dan apa yang tersisa dari hidup manusia yang pendek. Nuansanya dekat ke psikologi-pemerintahan. Problem pemerintahan lebih intim disentuh oleh politik, hukum dan ekonomi. Kita kehilangan sudut pandang lain yang mampu membangun keinsyafan bagi masa depan kepemimpinan. Ini penting dalam membangun kesadaran moralitas kepemimpinan yang tercemar. Rasanya hampir tak ada aspek yang bersih oleh korupsi. Apalagi hari-hari ini, dimana muka, jabatan dan ijazah sedang dicari dan diverifikasi kata kyai di Gontor. Dulu, sekolah hanya untuk kelas ningrat. Apalagi sekolah elit sekelas Osvia dan Stovia. Ningrat dalam konteks ini kelas sosial dalam masyarakat. Manusia ...