Postingan

Catatan Kaki di Lapas Maros dan Rutan Makassar

Oleh. Muhadam Labolo Kemaren, saya dan teman-teman Sulsel berkunjung ke Lapas Maros dan Rutan Makassar. Ini Lapas ke 11 sepanjang karier sebagai Ketua Pasopati membezuk teman di rumah tahanan.  Saya didampingi para tetua Pasopati disana. Pemandu sekaligus perantara. Mereka bukan saja penjinak jin, mungkin juga perantara mahluk goib dan alam nyata. Ada Puang Arfan, Idrus, Amril, Wawan, Jamal, Ira, Sukma, Besse, Lily, dan sejoli Mas Har & Dwi Budi. Saya berterima kasih telah difasilitasi mahasiswa yang kebetulan pernah sekolah di magister dan doktoral. Saya hanya minta akses buat bertemu sahabat BB dan HS sebentar namun faktanya bisa lebih sejam. Apalagi sudah bicara mendalam. Dalam banyak kunjungan saya ke lapas, ini kedua kali paling mengesankan. Kalapasnya sangat baik, menyediakan meja panjang diruangan ber-AC untuk 10 orang pengunjung. Tak cuma itu, tersedia 6 toples kue lebaran plus tape yang baru difermentasi. Saya kurang enak hati, sepatutnya kami yang mesti bawa sesuatu b...

Implikasi Resentralisasi Pejabat Aparat Sipil Negara

Oleh. Muhadam Labolo Wacana resentralisasi Pejabat Eselon Dua Aparat Sipil Negara kini menghangat. Sebelumnya, pemerintah dengan berbagai pertimbangan menghela tak hanya kewenangan daerah, merestrukturisasi organisasi, membatasi fiskal, kini berencana mengendalikan mobilitas pejabat ASN di daerah. Wacana ini didasarkan bahwa Pejabat Aparat Sipil Negara pada dasarnya adalah perangkat pusat yang diperbantukan di daerah. Ia dapat dimutasi kapan dan dimana saja seperti tentara dan polisi, selain pertimbangan pengembangan karier Pejabat ASN itu sendiri agar tak jago kandang. Model pengelolaan pegawai sejauh ini dilakukan oleh daerah secara otonom, di sentralisasi oleh pemerintah, dan diintegrasikan antara pusat dan daerah (Maksum, 2026). Pilihan model yang diterapkan bergantung sistem dan kebutuhan tiap negara. Model pertama dipraktekkan pada daerah maupun negara bagian yang benar-benar memiliki otonomi. Pegawai direkrut berdasarkan kebutuhan, baik jumlah maupun spesialisasinya. Daerah sepe...

Mengubah Ketakutan Menjadi Kekuatan

Oleh. Muhadam Labolo Hari-hari ini, Iran hidup dalam tekanan dan berupaya menciptakan keseimbangan. Seakan apa yang dilakukan sejalan dengan prinsip Fisikawan Le Chatelier, bila sistem mengalami tekanan eksternal, Ia dengan sendirinya beradaptasi meminimalisir dampak gangguan. Suhu domestiknya meningkat. Amarahnya menyala lewat serangan balasan. Iran membela diri seraya menunjukkan pencapaian maksimal pasca pengekangan atas apa yang selama ini menjadi haknya sebagai sebuah negara berdaulat. Umumnya, tekanan eksternal menciptakan rasa takut. Rasa takut bagian dari insting alami yang mendorong respon agar survive. Inggris pernah ketakutan akibat invasi Jerman pada perang dunia kedua, namun Winston Churcill mampu mengubahnya menjadi keberanian kolektif. Amerika pernah hidup dalam ketakutan akibat serangan mendadak Jepang di Pearl Harbor. Mereka mengubah ketakutan menjadi keberanian dengan cara mengembangkan kecerdasan untuk melakukan serangan balik paling mengejutkan. Hasilnya Bom Atom. B...

Renungan Nyepi di Akhir Ramadhan

Oleh. Muhadam Labolo Tahun ini, Pasopati memasuki fase pertama untuk rehat. Slamet Turmudi, alumni pertama asal Jatim akan pensiun di 3 Oktober 2026. Ia satu-satunya anggota Pasopati yang akan berusia 58 tahun bila Tuhan menghendaki.  Nanti, kita patut memberi apresiasi untuk pengabdian panjang Mas Slamet. Ia anggota Pasopati paling senior yang lahir tahun 1968 di Kediri, Jawa Timur. Tahun depan (2027) akan menyusul pensiun sebanyak 16 orang. Mereka setahun lebih muda, lahir 1969. Dua tahun kedepan (2028) akan ada 12 orang anggota Pasopati yang pensiun. Mereka lahir tahun 1970. Disusul 27 orang selain Evert Berotabui (alm) yang akan gantung Korpri di tahun 2029. Mereka lahir tahun 1971.  Sisanya menyusul di tahun-tahun berikutnya bagi yang lahir antara tahun 1972-1975. Artinya, Pasopati umumnya akan mengakhir pengabdian dalam ruang birokrasi di tahun 2033, di luar yang duduk di eselon satu, dan atau memilih jalur fungsional Widyaiswara dan Pendidik. Untuk sampai kesitu, ada ba...

Pelajaran Pemerintahan dari Iran

Oleh. Muhadam Labolo Ketika Iran memperlihatkan eksistensinya lewat strategi dan teknologi perang dihadapan Israel dan Amerika, dunia seakan bangun dari tidur panjang. Iran sekali lagi menegaskan peradabannya yang sunyi namun membakar. Ia bukan negara penurut seperti jamak di Jazirah Arab selama ini. Telah lama sejarawan mempercakapkan Iran sebagai bangsa tangguh di timur (Dinasti Sassanid). Ia pernah hidup sejaman dengan imperium besar Romawi di barat. Dua imperium besar yang masing-masing menguasai belahan dunia dengan idiologi kontras yang kini menjadi serpihan kecil. Kekaisaran Romawi runtuh menyisakan Romawi Barat dan Timur. Inilah sebagian besar eropa barat dan timur yang menjadi negara-negara kecil seluas Sulawesi, Sumatera dan Jawa di Indonesia. Sementara Persia menyisakan negara-negara di timur tengah dan asia barat. Sentrum kekuasaan Romawi di Italia. Negara seluas gabungan Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Jumlah penduduk Italia 59-61 jt, lebih 10 juta dibandi...

Perbandingan Pemikiran Ryaas & Talizi dalam Reformulasi Pemerintahan

Oleh. Muhadam Labolo Ketika Ryaas (1999) memaknai pemerintahan, Ia mulai dengan imaji ketidakteraturan. Sebuah realitas penuh kekacauan sebagaimana kecemasan Hobbes saat menulis Leviathan (1651). Manusia hanyalah zoon yang perlu ditertibkan secara politik kata Aristoteles (zoon politicon). Dari ketidakteraturan itu, (social disorder), Ryaas membangun eksistensi pemerintahan sebagai entitas yang tak terhindarkan, dan karenanya dibutuhkan. Ia merekonstruksi fungsi dan tugas pokok pemerintahan hingga membentuk proposisi dari perspektif politik pemerintahan. Basis ontologi Ryaas disusun lewat pertanyaan mengapa, dan apa makna pemerintahan bagi manusia. Sebagai perangkat yang mutlak dibutuhkan, pemerintahan adalah tindakan maupun fungsi melayani dan mengatur kehidupan kolektif, bukan semata kekuasaan absolutis. Dari pemaknaan itu lahirlah fungsi pemerintahan yang jamak disitasi mahasiswa; pelayanan, pembangunan, pengaturan, dan pemberdayaan. Tak lupa Ia menekankan pentingnya etika dan kep...

Kemana Arah Pembangunan Pemerintahan?

Oleh. Muhadam Labolo Dalam pidato guru besarnya tahun 1997, Ryaas memberi judul speech nya, Pembangunan Pemerintahan Indonesia Memasuki Abad 21. Selain identik dengan Lucian Pye tentang Pembangunan Politik, Ia seakan menjembatani ide eks Presiden Amerika ke 28, Woodrow Wilson (1887) yang menarik garis demarkasi antara politik dan administrasi. Menurutnya, administrasi mesti netral, efisien, dan bebas dari gangguan politik praktis. Hanya dengan cara itu birokrasi menjadi sehat dan profesional meski keduanya hidup dalam realitas kumpul kebo (samen leven) . Birokrasi tumbuh karena diasuh politik. Administrasi pembangunan sendiri baru digalakkan pasca perang dunia kedua (1945) guna merekonstruksi kehancuran negara-negara kalah. Tentu saja selain kegagalan administrasi traditional barat yang tak kompatibel di Asia dan Afrika. Meski serumpun, dua konsep besar pembangunan dan pemerintahan itu memiliki cabang taksonomi berbeda. Ryaas berupaya mewadahinya lewat mimbar akademik. Pembangunan dia...