Postingan

Mengakhiri Korupsi, Pelajaran Tiongkok

Oleh. Muhadam Kita hampir kehilangan gagasan. Untuk satu penyakit sosial paling akut, korupsi. Penyakit itu sudah membudaya, bahkan menuju bencana nasional, kata ilmuan senior Siti R Zuhro (2026). Kita tak lagi bertanya mengapa, tapi bagaimana mengakhiri korupsi. Apakah dari atas, ataukah dari bawah. Kerumitan mengawali dari atas menimbang kekuasaan dibentengi tembok berlapis. Pikiran mudahnya, dari atas jumlahnya lebih sedikit. Mudah dipenggal bila kepalanya busuk. Begitu teorinya. Pengaruhnya luas dan berantai. Satu goresan tinta penguasa dapat mengakhiri seluruhnya. Sebaliknya, kesulitan dari bawah karena korupsi _too much and too soon._ Kita hanya bisa mengambil sampel. Hari ini penjambret, besok maling ayam, lusa preman jalanan. Lama-lama melelahkan dan terbiarkan. Kita seperti menangkap nyamuk. Selesai di satu tempat, muncul di tempat lain. Korupsi subur bukan karena budaya, tapi lebih karena sistem yang timpang. Hilangnya keberpihakan struktural. Pada era 60an Tiongkok dilanda k...

SMA Taruna Pamong Praja Bojonegoro

Oleh. Muhadam Ini sekolah pertama bertitel Pamong Praja. Lokasinya di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Tepatnya di Jl. HOS Tjokroaminoto No.09. Salah satu jalan protokol yang cukup ramai. Jalan sekolah itu mengingatkan saya pada historiografi pendidikan Pamong. Maklum, Tjokroaminoto alumni sekolah Pamong Praja tua, OSVIA, 1902, Magelang. Ia lulus di usia 20 tahun. Tjokro sebagai guru dan induk semang di Jl. Peneleh Surabaya punya tiga murid hebat. Soekarno, Kartosuwiryo, dan Muso. Ketiganya mengambil jalan idiologi berbeda. Soekarno populer dengan nasionalisme. Mendirikan PNI. Karto terkenal dengan jalan Islamisme. Membentuk DI/TII. Muso mengembangkan komunisme (PKI). Sebagai anak kosan, Soekarno menikahi anak induk semangnya. Tjokro otomatis menjadi mertua Soekarno dari anaknya, Siti Oetari. Ia menjadi istri pertama Soekarno. Saya tak akan menceritakan jauh soal Tjokro dengan muridnya yang lain. Saya hanya ingin menceritakan sedikit sekolah SMA Pamong Praja di jalan HOS Tjokroaminoto....

Kesulitan Mencari Sapu Bersih

Oleh. Muhadam Majalah Tempo Juli 2026 menyuguhi perang bintang yang saling menyandera. Bukan Cicak versus Buaya. Tapi Buaya Darat versus Buaya Muara. Ada yang bilang perang kartel antar setan melawan setan. Meme netizen lucu dan kritis. Temuan emas seberat 74 kg dan uang milyaran membuat shock publik. Rasanya cukup buat gaji pegawai paruh waktu, atau gaji guru dan dosen di wilayah tertinggal. Pendeknya berguna disituasi serba kekurangan dewasa ini. Sebenarnya, publik jenuh melihat gejala korupsi, suap, dan penggelapan harta negara tiap saat. Kerja-kerja KPK, Jaksa, dan Polisi yang bahkan saling menangkap dinilai hanya sandiwara. Tak ada endingnya. Faktanya, publik dialihkan dari satu kasus ke perkara berikutnya. Neorosains publik cepat sekali redup dan lelah mengulik tiap peristiwa. Belum lagi jika pelakunya lenyap, disanksi ringan, hingga bebas. Jangan tanya barang bukti. Ratusan, milyaran, hingga triliunan rupiah bisa muncul tiba-tiba di atas meja. Disusun rapi, lalu kembali ke bank ...

Kenangan Prabowo Subianto di Kampus Manglayang

Oleh. Muhadam Beberapa foto di atas adalah rekaman peristiwa saat Danjen Kopasus Prabowo Subianto menjadi salah satu undangan di Balairung Rudini IPDN Jatinangor. Ia didampingi Ketua STPDN Mayjen (Purn) IGK Manila dan Gubernur Timor-Timor, Jose Abilio Osorio Soares. Manila adalah Ketua STPDN kedua, menggantikan Mayjen (Purn) Sartono Hadisumarto. Ia memimpin sejak angkatan 05. Kegiatan seminar penguatan integrasi Tim-Tim dilaksanakan pada 11 Desember 1995. Dihadiri sejumlah pemuda Tim-Tim yang tergabung sebagai mahasiswa dan organisasi kepemudaan. Foto di atas diperlihatkan ke Presiden Prabowo Subianto saat melantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXIII pada Rabu, 29 Juli 2026 di Jatinangor. Melihat foto tersebut, presiden tampak surprise dan bangga. Apalagi ketika Ia diyakinkan oleh civitas bahwa kakek yang dikaguminya, Raden Mas Margono Djoyohadikusomo adalah Alumni OSVIA Magelang, 1911. Rasanya, belum ada satupun presiden yang datang melantik Pamongpraja Muda hingga menghabisk...

Masa Depan Universitas Republik Indonesia

Oleh. Muhadam  Presiden Prabowo melantik Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) pada 22 Juli 2026 di Istana. Donny Ermawan Taufanto didaulat menjadi gubernurnya. Rencananya akan dibangun 10 URI diberbagai wilayah. Universitas Republik Indonesia (URI) mungkin dimajinasikan seperti sekolah yang digagas pemimpin Perancis Charles de Gaul (1945). Ia membentuk ENA (Ecole Nationale d' Administration). Reputasinya sangat elitis dan selektif. Ini menimbulkan kritik karena terbentuknya kasta birokrasi eklusif yang terisolasi dari masyarakat. Mereka eksis diberbagai cabang kekuasaan. Atas kritik itu ENA diubah menjadi Institut National du Service Public. Sejenis Sekolah LAN di Indonesia. Produknya Emannuel Macron, Jacques Chirac, dan Francois Hollande. Mereka tak diragukan duduk dipemerintahan. Dibidang militer, jauh sebelum itu Napoleon membentuk sekolah militer pertama, Ecole Speciale Militaire de Saint-Cyr pada 1802. Ini menjadi cikal bakal terbentuknya Akmil di seluruh dunia, term...

Mengenang Edwin W Ombuh

Oleh. Muhadam Edwin lahir di Matungkas, 9 Februari 1974. Ia anak pribumi disitu. Di Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Tempat lahirnya banyak Pepaya dan Budidaya Ikan Air Tawar.  Saya dua kali kesana. Dijamu Bupatinya yang punya Budidaya Ikan Mujair tanpa perlu diberi pakan. Air jernih dari Gunung Klabat jadi sumber energi buat sirkulasi oksigen. Edwin pernah diangkat sebagai pengasuh di Angkatan 08. Andai Ia mau tinggal sejenak, mungkin karirnya berakhir di kampus. Jadi dosen atau pejabat karier di struktural Kemendagri. Sejak lima tahun terakhir kesehatan Edwin menurun. Ia di vonis gagal ginjal. Sudah rutin kemoterapi. Saat jumpa di Minut Ia berusaha tegar dengan tubuh yang kian lemah. Kami makan bersama. Ia bercerita pendek soal penyakitnya. Bupati memaklumi, dan menarik Edwin ke posisi sebagai staf ahli bidang pemerintahan. Sebelumnya kepala dinas. Ia rajin, cekatan, dan pintar berkomunikasi. Edwin anak kedua dari dua bersaudara. Ia punya tanggungan istri dan tiga orang a...

Etika Dalam Potret Pemerintahan Daerah

Oleh. Muhadam  Kasus Bupati Gowa menguras energi publik di tingkat lokal. Persepsi publik terbagi dua. Sebagian menilai perbuatan kepala daerah adalah urusan private. Sebagian lagi menilai itu urusan publik. Urusan private berkaitan dengan kepentingan pribadi, menggunakan yang pribadi dan dengan tujuan pribadi. Sementara urusan publik menyangkut kepentingan masyarakat luas, menggunakan dana publik, dan untuk tujuan negara. Problemnya, apakah sangkaan perselingkuhan pada pejabat publik adalah ranah private atau publik? Masalah semacam ini bukan baru sekarang. Pernah terjadi dalam kasus Bill Clinton maupun Aceng Fikri di Garut. Ketika kasus Monica Lewinsy dan Bill Clinton diajukan ke Parlemen USA (1998), majelis bertindak sebagai jaksa dengan dua tuduhan pokok, yaitu persumpahan palsu (perjury), dan menghalang-halangi keadilan (obstruction of justice). Dalam persumpahan palsu (perjury), majelis hanya ingin menguji, apakah Clinton berbohong dibawah sumpah bahwa ia telah melakukan per...