Postingan

Reposisi Wilayah Perbatasan Sebagai Beranda dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

  Pengantar           Sejak meningkatnya tekanan internal dan eksternal dalam persoalan domestik dan bilateral, isu wilayah perbatasan kini menjadi agenda yang tak dapat dianggap sebagai masalah sepele. Tekanan internal berkaitan dengan persoalan tuntutan kesejahteraan oleh masyarakat yang tinggal di sepanjang wilayah perbatasan.   Tekanan ini muncul sebagai reaksi atas kesenjangan yang sangat menyolok terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di negara-negara yang berbatasan langsung dengan wilayah Indonesia. Sebagai contoh yang mudah ditemukan adalah rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan antara Kalimantan dan Negara Malaysia. Sementara tekanan eksternal berhubungan dengan persoalan persinggungan antar negara baik di darat maupun di laut. Permasalahan tersebut antara lain delineasi, demarkasi, limitasi, kejahatan lintas batas dan aspek sosial-ekonomi-budaya-pertahanan dan keamanan (Kausar, 2009). Du...

Menggugat Superioritas Demokrasi Liberal, Catatan Atas Makalah Ryaas Rasyid

Oleh. Dr. Muhadam Labolo           Kebebasan (liberty) dan keamanan (security) adalah dua variabel utama yang melandasi tujuan utama terbentuknya pemerintahan. Kedua variabel tersebut pada akhirnya bermuara pada variabel kunci yaitu terciptanya kesejahteraan masyarakat (welfare state) . Kebebasan menjadi modal bagi setiap individu untuk mengekspresikan setiap gagasan yang dimiliki sepanjang tak merugikan orang lain. Disebagian besar negara Eropa dan Amerika, kebebasan menjadi modal paling berharga sehingga melapangkan setiap ide hingga ke puncak paling tinggi yang dilindungi negara.   Namun perlu diingat bahwa disepanjang penggunaan kebebasan bagi setiap warga negara terdapat variabel keamanan sebagai instrumen yang membatasi meluapnya kebebasan hingga menjadi ancaman bagi orang lain.   Batasan kebebasan yang kemudian menjadi salah satu inti dari pemaknaan atas demokrasi pada akhirnya mesti dibatasi ketika berhadapan deng...

Membumikan Kemandirian Praja

Oleh. Dr. Muhadam Labolo           Kini kita semakin menyadari bahwa sumber kemakmuran masa depan tak lagi bersandar pada seberapa besar sumber daya alam yang melimpah ( comparative advantage ), sebab pada saatnya sumber daya alam semacam itu akan lapuk, tak bertumbuh dan tak berkembang.   Kita percaya, bahwa sumber kemakmuran bergeser pada persoalan competitive advantage yang meliputi kecerdasan, visi dan gagasan besar, semangat pantang menyerah, percaya pada kemampuan diri sendiri sehingga tercipta kemandirian politik, ekonomi dan budaya. Diluar semua itu tentu saja diperlukan keyakinan yang teguh lewat doa untuk terus mengucap syukur kepada Yang Maha Pencipta. Dalam hubungan itulah maka dunia pendidikan menjadi garda terdepan untuk menciptakan insan manusia yang unggul dan berkarakter.   Inti orasi ilmiah Ketua DPD RI (Irman Gusman) lewat tajuk Pembangunan Sumber Daya Insani yang Unggul dan Berkarakter Menghadapi Era ...