Renungan Nyepi di Akhir Ramadhan

Oleh. Muhadam Labolo


Tahun ini, Pasopati memasuki fase pertama untuk rehat. Slamet Turmudi, alumni pertama asal Jatim akan pensiun di 3 Oktober 2026. Ia satu-satunya anggota Pasopati yang akan berusia 58 tahun bila Tuhan menghendaki. 

Nanti, kita patut memberi apresiasi untuk pengabdian panjang Mas Slamet. Ia anggota Pasopati paling senior yang lahir tahun 1968 di Kediri, Jawa Timur. Tahun depan (2027) akan menyusul pensiun sebanyak 16 orang. Mereka setahun lebih muda, lahir 1969.

Dua tahun kedepan (2028) akan ada 12 orang anggota Pasopati yang pensiun. Mereka lahir tahun 1970. Disusul 27 orang selain Evert Berotabui (alm) yang akan gantung Korpri di tahun 2029. Mereka lahir tahun 1971. 

Sisanya menyusul di tahun-tahun berikutnya bagi yang lahir antara tahun 1972-1975. Artinya, Pasopati umumnya akan mengakhir pengabdian dalam ruang birokrasi di tahun 2033, di luar yang duduk di eselon satu, dan atau memilih jalur fungsional Widyaiswara dan Pendidik.

Untuk sampai kesitu, ada baiknya kita butuh kesiapan menghadapi masa akhir pengabdian. Setidaknya kesehatan fisik dan psikis. Fisik dalam makna sehat jasmani. Psikis dalam arti kestabilan mental, emosi, psikologis dan sosial yang akan memengaruhi cara kita berinteraksi kedepan.

Selama ini kita hanya berpikir sehat jasmani, padahal sehat rohani pun sama pentingnya guna meraih bagian akhir dalam hidup ini. Belajar dari 78 sahabat Pasopati yang telah mendahului, kita bersyukur masih diberi nafas untuk bertahan sampai di titik terjauh.

Perlu waktu untuk melakukan yang terbaik semasa kita berada dalam kebebasan. Kita patut belajar pada 35 sahabat Pasopati yang pernah hidup dan berkutat dengan perkara hukum. Cukuplah 4 orang yang masih tersisa di Lapas menjadi titik balik agar kita tiba di batas pengabdian.

Dalam rencana hidup yang kian pendek itu, kita perlu menemukan banyak hikmah agar hidup tak cuma menjalani rutinitas, tapi dipenuhi kualitas yang membahagiakan diri dan lingkungan. Mudah-mudahan dengan sedikit itu kita beroleh investasi tak cuma disini, juga disana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seri: Kajian Filsafat Ilmu Pemerintahan

Sejarah Singkat Luwuk

Memosisikan Mahakarya Kybernologi Sebagai Ilmu Pemerintahan Berkarakter Indonesia[1]