Postingan

Mengapa Reuni Tak Boleh Alpa

Oleh. Muhadam Labolo Reuni bermakna pertemuan kembali (re & union). Pertemuan tak hanya sebatas fisik, namun temu ingatan, untuk merawat kenangan yang lama mengendap di back mind . Memori itu tak cuma terisi bagian terindah, juga bagian samar dan gulita yang perlu diberi alasan esok lusa. Reuni punya banyak fungsi. Pertama, memutar hafalan di hippocampus  otak. Locus  itu berhubungan dengan gejala alzheimer  alias Penurunan Daya Ingat Perlahan (PDIP). Kita semua bukan saja akan memasuki masa pensiunan, juga era kepikunan berjamaah. Cirinya, sering lupa, termasuk istri sendiri. Terbayang antrian registrasi di reuni berikutnya dengan suara pekak. Bukan karena peserta marah terinjak kakinya, tapi mengulang-mengulang nama sambil berteriak keras. Penanya mungkin lupa nama ingat wajah. Sebaliknya yang ditanya mengalami sindrom kepikunan ditambah berkurangnya pendengaran, atau lupa alat bantu. Kedua , reuni berfungsi memperbaiki fungsi nucleus accumbens . Sejenis eleme...

Mencegah Pembusukan Kepala

Oleh. Muhadam Labolo Kata Marcus Tullius Cicero (106 SM), rotten fish from its head . Ikan busuk dari kepala. Pesan pokoknya, upaya mencegah kerusakan sistemik dalam pemerintahan sebaiknya dimulai dari kepala. Kelalaian kita memperbaiki bagian vital itu pada akhirnya meresap ke bagian landai secara terstruktur, masif dan terencana. Kepemimpinan pemerintahan setidaknya membutuhkan nilai kognitif, psiko dan afeksi sebagai prasyarat utama. Ketiganya meliputi kejujuran (shiddiq), akuntabel (amanah), komunikatif (tabligh) , serta kecerdasan (fathonah). Keempat hal itu tentu dapat diturunkan kedalam dimensi dan indikator praksis. Setelahnya, kita baru butuh syarat pelengkap internal seperti pendidikan, rekam jejak, jejaring, dan visi (Said, 2024). Pendidikan untuk meyakinkan syarat formal kecerdasan. Rekam jejak meyakinkan pengalaman tentang profesionalitas. Jejaring meyakinkan relasi pada basis. Sedangkan visi meyakinkan kita soal kepemilikan mimpi yang kelak diraih dengan realistis. Sis...

Kenangan Bersama Jamhur

Oleh. Muhadam Labolo Jamhur, NPP. 04. 2582, lahir di Sebubus, 22 Mei 1973, usia 51 thn di pas reuni nanti (22-24 Mei 2024). Ia anak ke 7 dari 10 bersaudara. Tugas di Sintang sebagai Sekretaris Kesbangpol setelah lama jadi Camat. Meninggal hari ini di RS Pratama, gejala jantung. Jamhur pernah sebarak dgn saya di tingkat Madya (Sumbar dan Kalsel Atas). Beliau rajin olah tubuh ketika di Manglayang. Saban sore dan sebelum tidur Ia suka mengangkat Barbel kecil buat menguatkan otot di kedua lengan, bahu dan dadanya. Ia wafat meninggalkan 3 orang anak. Istrinya lurah di Sintang. Suatu kali saya bersenda gurau dengannya ketika Ia sedang menegangkan otot di depan cermin westafel. "Jam, jangan kelebihan angkat Barbel kau, nanti payudaramu melebihi putri tuh."  Beliau tersenyum menahan tawa agar beban barbel tak jatuh. Dia suka meregangkan tangan berkali-kali agar otot dadanya lebih berwibawa dengan baju dinas. Kadang canda kami sampai bikin kuping panas. Jamhur orang baik. Dia termasuk...

Reuni Pasopati di Kota Anging Mammiri

Oleh. Muhadam Labolo Kali ini, Reuni ke5 Paguyuban Angkatan Kosong Empat Indonesia akan di gelar di Kota Anging Mammiri . Kota dimana angin bertiup semilir, menembus jendela, menyampaikan sesuatu yang terlupakan, bahkan seperti melupakan. Mungkin panitia berharap, kehadiran kita kali ini tak akan terlupakan. Silahkan bawa istri, anak, dan selir bila mau. Tentu di luar tanggungan panitia. Panitia hanya menanggung kamar setiap anggota Pasopati yang mendaftar, dan yang mungkin terlambat registrasi. Terlambat karena sibuk, atau tiba-tiba muncul di TKP hingga perlu dicarikan kamar khusus oleh panitia. Tidak mengapa. Itu tugas panitia. Pokoknya, hadir di acara tanggal 22-24 Mei 2024. Pak Bahtiar, yang kebetulan Pj Gubernur Sulsel telah menyediakan hotel bintang 4, Rinra Makassar. Pendeknya, peserta cukup bawa diri. Tak perlu bawa handuk, sandal dan sikat gigi, apalagi bawa sabun buat putra. Di jamin hangat dan nyenyak selama 2 malam 3 hari. Disana, Bu Irawaty Sir Idar dkk telah menyediakan s...

Amicus Curiae & Keadilan Hakim

Oleh. Muhadam Labolo Fenomena amicus curiae kini menjadi semacam second opinion dalam pencarian keadilan. Memang tak lazim berlaku dalam sistem hukum kontinental. Sejarahnya lebih mudah ditemukan dalam sistem hukum common law (anglo-saxon) . Namun apapun itu, keadilan penting diperoleh dengan mempromosikan sebanyak mungkin bukti untuk dianalisis. Amicus curiae, atau teman pengadilan (friends of court) pada dasarnya berfungsi memberikan perspektif lain yang mungkin tak tersentuh oleh penglihatan hakim. Hakim tentu saja manusia biasa yang punya keterbatasan. Sebab itu Ia butuh alternatif yang mungkin terlewatkan dalam proses persidangan.  Bagi mereka yang serius mengikuti proses persidangan tentu dapat melihat dimana celah yang belum tersentuh hakim. Mereka dapat memberikan analisis yang lebih spesifik menurut keahlian masing-masing. Jadi bukan sekedar lembar curhatan personal dan kolektif yang bersifat politis guna menyentuh nurani hakim. Dalam bilik sidang, hakim diharapkan tak ...

Mengais Puasa Pasca Lebaran

Oleh. Muhadam Labolo Puasa salah satu media mencapai kesempurnaan hidup. Kesempurnaan dalam makna lahirnya kesholehan individu sekaligus sholeh sosial. Kesholehan pertama ditakar dari kedisiplinan menjalankan perintahNya, seraya menjaga jarak dari laranganNya. Kesholehan kedua di timbang dari kepedulian melihat realitas sosial. Lebih jauh sebuah relasi antara kita dengan semesta. Tak cukup melampaui hubungan dengan sesama, juga jagad raya. Dalam agama, dua kesholehan itu sering berhubungan erat sebagaimana ekosistem. Buah kesholehan individu adalah perilaku terukur. Dalam makna luas kehati-hatian terhadap pikiran dan tindakan (taqwa). Dengan modal itu seseorang tak mudah mereproduksi pikiran, apalagi aksi tanpa berkonsultasi dengan nurani.  Jauh di lubuk hati paling dalam bersemayam nurani. Semacam lembaga spiritual tempat akal berkomunikasi. Kemurnian nurani bergantung sejauhmana Ia ditempa. Jasmani sengaja dimiskinkan selama puasa untuk memberi ruang bagi nurani agar tumbuh. Kemi...

Menanti Akhir Perselisihan Pemilu

Oleh. Muhadam Labolo Perselisihan pemilu 2024 dinilai menarik dan penuh hiruk-pikuk (Hidayat, 2024). Kali ini, MK dipaksa tak lagi berkutat pada soal kalkulasi, tapi lebih jauh ke pori-pori pemilu, pembuktian atas diterapkannya asas bebas, jujur dan adil. Dalam proposisi dalil di mahkamah, pertanyaan untuk membuktikan itu misalnya, adakah indikasi kekuasaan digunakan terstruktur, sistematis, dan masif untuk kemenangan calon tertentu. Setidaknya, ada tiga pilihan mekanisme yang sering digunakan para pencari keadilan pemilu. Dua pilihan pertama yaitu mekanisme politik dan hukum. Pilihan konstitusional-normatif yang butuh kemampuan kognitif dan psikomotorik luar biasa. Pilihan terakhir adalah cara ekstrem di luar parlemen yang sering disebut parlemen jalanan (extra parlemen). Pilihan mekanisme politik tersedia lewat hak angket. Masalahnya, sejauh partai pengusung capres yang kalah gagal membangun soliditas untuk menundukkan pihak lain, angket hanyalah fatamorgana. Partai bukan saja haus k...