Postingan

Urgensi Polisi dan Tentara, Bagaimana Sebaiknya?

Oleh. Muhadam Labolo Salah satu tugas esensial pemerintah adalah melindungi. Melindungi warga dari ancaman sesama, dalam dan di luar kelompok (baca; negara). Dalam negara kita butuh kehadiran polisi. Tugas utamanya melindungi warga dari kejahatan sesama warga dalam negara. Setiap negara meletakkan fungsi itu dalam konstitusi, termasuk Indonesia (preambule, alinea ke 4). Pada makna itu, polisi jamak berada dalam kendali eksekutif mulai presiden, gubernur hingga walikota. Menimbang fungsi itu pula, kuasa polisi melekat pada tingkatan pemerintahan. Di sejumlah negara, polisi lazim di kontrol kementrian dalam negara, kementrian hukum, atau kementrian tersendiri. Mengingat ancaman warga pada tiap level pemerintahan berbeda dan khas. Organ polisi biasanya beradaptasi dengan konteks ancaman dalam negara. Tak heran bila ada polisi wisata, polisi wanita, polisi hutan, polisi perda, polisi syariah, polisi cyber, hingga polisi pajak. Perkembangan crime memungkinkan polisi mengembangkan organisa...

Pejabat dan Penjahat

Oleh. Muhadam Labolo Kesulitan terbesar publik akhir-akhir ini membedakan mana pejabat dan mana penjahat. Mungkin relasi pemerintah dan rakyat lebih mudah diindentifikasi dibanding kedua hal di atas. Pejabat, merujuk pada personifikasi mereka yang menjalankan otoritas publik secara sah. Penjahat sebaliknya, mereka yang mengatasnamakan otoritas pribadi dan kelompok minus keabsahan. Otoritas publik diperoleh lewat kontrak sosial antara yang memerintah dan yang diperintah. Mereka punya legitimasi periodik. Wujudnya pemerintah. Mereka punya fungsi, tugas, dan wewenang yang ditentukan menurut undang-undang. Tindakan-tindakan mereka dianggap legal, termasuk memungut pajak dan menghukum tersangka. Otoritas pribadi dan kelompok di klaim sepihak antara individu dan kelompok. Bentuknya bisa gangster, bandit, hingga mafia. Ada mafia peradilan, tanah, hukum, hingga mafia jabatan. Tindakan mereka di luar konsensus bernegara. Karenanya dinilai ilegal ketika memungut hingga menghukum. Bedanya tipis. ...

Reuni Kelima, Panas Membara

Oleh. Muhadam Labolo Usai Reuni Ke5 Pasopati di Swiss Belhotel dekat Benteng Roterdam Makassar, suasana berubah sepi, seperti judul lagu, mati lampu. Jangankan Andi Mappanyukki, beberapa peserta putri tak sanggup melihat ke belakang. Seakan ada kenangan kuat yang tertinggal. Itu gejala sindrom pasca reuni yang selalu menghantui peserta sejak di Jatinangor. 208 peserta di sambut hangat oleh panitia lokal. Komandannya Hasan Sulaiman. Mantan Kepala Staf Gubernur yang kini duduk sebagai orang kedua di institusi keuangan Provinsi Sulsel. Ia ditemani bendahara sejuk Irawati, dan sejumlah staf berpengalaman, Arfan, Ukki, Aprisal, Sukma, Lily, Wawan, Idrus, Lasmana, Ibo, Jamal, Muchlis dan Amril. Mereka punya jam terbang tinggi. Antusias peserta tinggi. Khususnya teman-teman di belahan Indonesia Timur. Sayang kerinduan mereka kandas karena pesawat dibatalkan. Beberapa karena sakit, tabrakan jadwal dengan tugas rutin sebagai pejabat. Tak lupa mengurus hal-hal yang dinilai super urgen. Namun beg...

Mengapa Reuni Tak Boleh Alpa

Oleh. Muhadam Labolo Reuni bermakna pertemuan kembali (re & union). Pertemuan tak hanya sebatas fisik, namun temu ingatan, untuk merawat kenangan yang lama mengendap di back mind . Memori itu tak cuma terisi bagian terindah, juga bagian samar dan gulita yang perlu diberi alasan esok lusa. Reuni punya banyak fungsi. Pertama, memutar hafalan di hippocampus  otak. Locus  itu berhubungan dengan gejala alzheimer  alias Penurunan Daya Ingat Perlahan (PDIP). Kita semua bukan saja akan memasuki masa pensiunan, juga era kepikunan berjamaah. Cirinya, sering lupa, termasuk istri sendiri. Terbayang antrian registrasi di reuni berikutnya dengan suara pekak. Bukan karena peserta marah terinjak kakinya, tapi mengulang-mengulang nama sambil berteriak keras. Penanya mungkin lupa nama ingat wajah. Sebaliknya yang ditanya mengalami sindrom kepikunan ditambah berkurangnya pendengaran, atau lupa alat bantu. Kedua , reuni berfungsi memperbaiki fungsi nucleus accumbens . Sejenis eleme...

Mencegah Pembusukan Kepala

Oleh. Muhadam Labolo Kata Marcus Tullius Cicero (106 SM), rotten fish from its head . Ikan busuk dari kepala. Pesan pokoknya, upaya mencegah kerusakan sistemik dalam pemerintahan sebaiknya dimulai dari kepala. Kelalaian kita memperbaiki bagian vital itu pada akhirnya meresap ke bagian landai secara terstruktur, masif dan terencana. Kepemimpinan pemerintahan setidaknya membutuhkan nilai kognitif, psiko dan afeksi sebagai prasyarat utama. Ketiganya meliputi kejujuran (shiddiq), akuntabel (amanah), komunikatif (tabligh) , serta kecerdasan (fathonah). Keempat hal itu tentu dapat diturunkan kedalam dimensi dan indikator praksis. Setelahnya, kita baru butuh syarat pelengkap internal seperti pendidikan, rekam jejak, jejaring, dan visi (Said, 2024). Pendidikan untuk meyakinkan syarat formal kecerdasan. Rekam jejak meyakinkan pengalaman tentang profesionalitas. Jejaring meyakinkan relasi pada basis. Sedangkan visi meyakinkan kita soal kepemilikan mimpi yang kelak diraih dengan realistis. Sis...

Kenangan Bersama Jamhur

Oleh. Muhadam Labolo Jamhur, NPP. 04. 2582, lahir di Sebubus, 22 Mei 1973, usia 51 thn di pas reuni nanti (22-24 Mei 2024). Ia anak ke 7 dari 10 bersaudara. Tugas di Sintang sebagai Sekretaris Kesbangpol setelah lama jadi Camat. Meninggal hari ini di RS Pratama, gejala jantung. Jamhur pernah sebarak dgn saya di tingkat Madya (Sumbar dan Kalsel Atas). Beliau rajin olah tubuh ketika di Manglayang. Saban sore dan sebelum tidur Ia suka mengangkat Barbel kecil buat menguatkan otot di kedua lengan, bahu dan dadanya. Ia wafat meninggalkan 3 orang anak. Istrinya lurah di Sintang. Suatu kali saya bersenda gurau dengannya ketika Ia sedang menegangkan otot di depan cermin westafel. "Jam, jangan kelebihan angkat Barbel kau, nanti payudaramu melebihi putri tuh."  Beliau tersenyum menahan tawa agar beban barbel tak jatuh. Dia suka meregangkan tangan berkali-kali agar otot dadanya lebih berwibawa dengan baju dinas. Kadang canda kami sampai bikin kuping panas. Jamhur orang baik. Dia termasuk...

Reuni Pasopati di Kota Anging Mammiri

Oleh. Muhadam Labolo Kali ini, Reuni ke5 Paguyuban Angkatan Kosong Empat Indonesia akan di gelar di Kota Anging Mammiri . Kota dimana angin bertiup semilir, menembus jendela, menyampaikan sesuatu yang terlupakan, bahkan seperti melupakan. Mungkin panitia berharap, kehadiran kita kali ini tak akan terlupakan. Silahkan bawa istri, anak, dan selir bila mau. Tentu di luar tanggungan panitia. Panitia hanya menanggung kamar setiap anggota Pasopati yang mendaftar, dan yang mungkin terlambat registrasi. Terlambat karena sibuk, atau tiba-tiba muncul di TKP hingga perlu dicarikan kamar khusus oleh panitia. Tidak mengapa. Itu tugas panitia. Pokoknya, hadir di acara tanggal 22-24 Mei 2024. Pak Bahtiar, yang kebetulan Pj Gubernur Sulsel telah menyediakan hotel bintang 4, Rinra Makassar. Pendeknya, peserta cukup bawa diri. Tak perlu bawa handuk, sandal dan sikat gigi, apalagi bawa sabun buat putra. Di jamin hangat dan nyenyak selama 2 malam 3 hari. Disana, Bu Irawaty Sir Idar dkk telah menyediakan s...