Memaknai Ulang Pemerintahan
Oleh. Muhadam Labolo Pemerintahan kehilangan makna. Demikian basis argumen yang dibangun Ryaas ketika menulis kitab makna pemerintahan, sebuah tinjauan dari sisi etika dan kepemimpinan (1999). Ia mencoba mengajak kita memaknai ulang pemerintahan pasca keruntuhan orde baru, 1998. Pemerintahan mengalami depresiasi. Penyusutan kualitas moral dihadapan pemangkunya sendiri. Di titik itu pemerintahan kehilangan arti hingga dikerdilkan, seakan tak punya fungsi apa-apa kecuali musuh bersama yang siap dirajam (common enemy). Ryaas mengingatkan kita sebagai pemilik daulat dalam negara (state of dignity). Inisiator yang butuh pemerintahan. Bukankah perasaan takut manusialah yang mendorong keinginan untuk membentuk pemerintahan (Hobbes, 1651). Perasaan takut itu pula yang mendorong survival of the fittes. Satu naluri bertahan hidup hingga merelakan sebagian besar haknya dikontrol secara absolut oleh otoritas istimewa bernama lembaga pemerintahan. Disinilah fungsi pertahanan dimulai, upaya melind...