Sekjen KPU Baru
Oleh. Muhadam
Saya diundang pelantikan sekjen KPU. Rabu, 26 Agustus 2026, pukul 10.00 WIB di Kantor KPU. Suryadi dilantik dari posisi deputi ke sekjen. Ia pun sudah menjabat Plt sekjen sejak ditinggal sekjen lama.
Suryadi punya dua kebahagiaan besar tahun ini. Usai menikahkan anaknya di Ternate, dilantik pula jadi sekjen. Dan hebatnya, Ia menggantikan teman sejawatnya, Bernad Dermawan Soetrisno.
Bernad kini bergeser sebagai deputi di setwapres. Ia berganti _dress code,_ dari putih ke biru muda. Baju dinasnyapun pakai 4 kantong besar. Atas dua, bawah dua. Persis Presiden Prabowo Subianto.
Jarang sirkulasi terjadi sesama angkatan. Biasanya yang lebih senior, atau yunior, seperti di TNI/Polisi. Di KPU sendiri banyak senior dan yunior yang mungkin memenuhi kriteria. Tapi jatuh di pundak Suryadi.
Artinya, Pak Bernad berhasil. Sukses melakukan regenerasi. Bahkan mempertahankan posisi itu buat alumni Manglayang. Selain mereka, Aries Djaenuri pernah sekjen disitu. Beliau alumnus APDN dan Gubes IIP.
Banyak pemimpin lebih suka mengumpulkan pengikut ketimbang menyiapkan kader. Begitu menurut Maxwell dalam The Five Levels of Leadership. Katanya, The function of leaderhip is to produce more leaders, not more followers.
Pak Suryadi berharap saya berkenan hadir. Terpaksa saya percepat sidang terbuka. Tentu saja rekan seangkatan Rahmat Hidayat diuntungkan. Ia meraih doktor dalam tempo 1,5 jam. Kalau bukan karena undangan itu, bisa jadi 3 jam.
Saya akhirnya hadir. Walau diujung acara, sambutan Ketua KPU. Di pintu masuk menunggu Sukismanto dan Sugito. Kami masuk barengan. Diberi tempat kosong oleh senior 02 yang ramah dari Sulsel.
Sekjen lama duduk di baris depan. Ia mentor sekjen baru. Gaya kepemimpinan keduanya mungkin mirip, sebelas duabelas. Mudah-mudahan membawa KPU makin hebat disuksesi 2029.
Dalalah, Pasopati banyak duduk di eselon satu. 8 di struktural, 2 di fungsional. Punya 50 doktor. Walau yang pergi mendahului juga juara satu, 80 orang. Setidaknya kontribusi dan legasinya signifikan sebelum pensiun.
Andai Bahtiar masih di Kesbangpol, Pasopati kembali menjadi penentu stabilitas politik dalam negeri. Para elite sangat bergantung pada kinerja KPU, Bawaslu, dan Kesbangpol.
Tugas kesbangpol tak hanya merawat kocek parpol lewat bansos. Juga berteman baik dengan elite. KPU menyajikan menu kader parpol tiap periode. Bawaslu dibawah komandan Ferdinan mengawasi jalannya kompetisi lewat dinamika politik.
Mereka bisa kembali jadi trio macan. Penentu masa depan bangsa. Penjamin elektoral agar berlangsung luber. Tanpa tata kelola yang baik masa depan pemerintahan sewaktu-waktu bisa chaos. Disitu peran strategis Pasopati.
Semoga sekjen baru sukses membawa misi kepemiluan. Tak lupa mendorong yang lain terus bergerak maju. Saya lihat hadir pula sekretaris KPUD Irzal Zamzami, Irfan Rusli Sadek, dan Hari Susilo. Mereka mungkin sedang menunggu petunjuk dan arahan lebih lanjut.
Komentar
Posting Komentar